Sumba Timur - Jumat sore (14/3/2025),
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Muhammad
Azizu menyampaikan materi pada Pesantren Ramadhan 1446 Hijriyah. Bertempat di
Masjid Agung Al-Jihad Waingapu, isi materi itu seputar ketahanan pangan.
Di hadapan ratusan remaja
setingkat pelajar SMP dan SMA se-Kota Waingapu, Kepala Bulog memberikan wawasan
mengenai ketahanan pangan, antara lain fase-fase dalam pertumbuhan padi dan
pilar-pilar ketahanan pangan.
Seusai presentasi, dibuka sesi
tanya jawab. Banyak remaja yang mengajukan pertanyaan. Pokok-pokok pertanyaan
mereka, yaitu bagaimana agar para remaja tertarik untuk menjadi petani, bagaimana
strategi untuk meningkatkan kualitas padi, bagaimana cara untuk menjaga
kestabilan pangan dan lain sebagainya. Mereka yang bertanya diberikan doorprize
berupa voucher belanja di Bulog.
Terkait bagaimana agar remaja tertarik untuk bertani, Kepala Bulog menjelaskan, “Bertani itu asyik. Sekarang banyak sekali teknologi-teknologi yang digunakan dalam pertanian. Ada yang menggunakan drone, ada juga yang menggunakan teknologi AI dengan suara untuk menyiram, dan banyak lagi. Tentu ini adalah bidang-bidang yang digemari para remaja saat ini. Jadi jangan malu untuk menjadi petani”.
Saat ditanya tentang bagaimana cara untuk menjaga kestabilan pangan, Kepala Bulog menyampaikan bahwa pangan harus tersedia dan semua orang harus bisa mendapatkan bahan pangan tersebut. Pangan sangat mempengaruhi masyarakat. Begitu pangan tidak tersedia di suatu daerah, maka kondisi masyarakat tersebut akan terancam.
Presentasi Kepala Bulog itu
merupakan penyampaian materi di hari pertama Pesantren Ramadhan untuk kalangan
pelajar SMP dan SMA se-Kota Waingapu. Pesantren Ramadhan
akan berlangsung selama lima hari dan setiap hari akan disampaikan materi dari para ahli di bidangnya. Selain Kepala Bulog, akan hadir juga
Ketua Pengadilan Negeri (PN) Waingapu, Kepala Bank BRI Cabang Waingapu dan Wakil
Kepala Polres Sumba Timur.
Pesantren Ramadhan berlangsung
sehabis shalat Ashar hingga berbuka puasa. Selain mendapat materi tentang ilmu pengetahuan dan motivasi dari tokoh-tokoh hebat, para peserta juga mendapat
materi tashih bacaan shalat atau memahami arti bacaan shalat dan tahsin
Al-Quran di bawah bimbingan para ustadz dan ustadzah berpengalaman dengan
metode halaqah dalam kelompok kecil. (yad)