Khotbah Jumat, Ketua Pengadilan Agama Waingapu Uraikan Keistimewaan Bulan Ramadhan

SAMSUMBA.com - Ketua Pengadilan Agama (PA) Waingapu, H. Fahrurrozi Zawawi menyampaikan khotbah di Masjid Al-Muhajirin Pakamburung Waingapu Sumba Timur, Jumat (28/2/2025). Isi khotbah itu seputar keistimewaan bulan Ramadhan yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya.

Dijelaskan keistimewaan yang pertama, bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Quran. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 185 yang pada pokoknya bahwa bulan Ramadhan itu bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Quran. Sehingga bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al-Quran.

“Oleh karena itu, mari kita rajin membaca Al-Quran selama bulan Ramadhan. Yang belum bisa membaca Al-Quran, silakan belajar! Yang sudah lancar, ayo semangat mengkhatamkan Al-Quran. Semarakkan bulan Ramadhan dengan tadarus Al-Quran!” pesannya.

Keistimewaan kedua, sambungnya, karena pada bulan Ramadhan diperintahkan berpuasa. Lanjutan dari Surat Al-Baqarah Ayat 185 di atas, barangsiapa berada di bulan Ramadhan maka hendaklah berpuasa.

“Puasa ini hukumnya wajib, termasuk Rukun Islam. Mari kita laksanakan kewajiban puasa dengan sebaik-baiknya. Begitu waktu shubuh kita harus menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa sampai Maghrib. Jaga betul-betul puasa kita! Karena, tidak ada jaminan bahwa tahun depan kita akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan,” tegasnya.

Ditekankan bahwa tidak boleh meninggalkan puasa kecuali ada alasan yang sah. Mereka yang boleh tidak berpuasa antara lain adalah orang yang sakit, dalam perjalanan, lanjut usia, hamil dan menyusui.

“Misalnya kita mudik ke Jawa naik kapal berhari-hari. Kita dibolehkan tidak puasa. Tetapi setelah Ramadhan nanti kita harus menggantinya. Juga, seorang ibu yang hamil atau menyusui, boleh tidak puasa, tetapi harus membayar fidyah (memberi makanan kepada fakir miskin),” terangnya.

Ditambahkan Ketua PA Waingapu, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan ketiga, yaitu adanya malam lailatul qadar. Disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Qadar, malam lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

“Ayo kita makmurkan masjid-masjid dengan shalat Tarawih pada malam-malam Ramadhan. Jangan shalat Tarawih di awal-awal Ramadhan saja, tapi sebulan penuh kita jaga shalat Tarawih kita!” serunya.

Lebih lanjut, Ketua PA Waingapu menjelaskan keistimewaan bulan Ramadhan yang keempat, yaitu adanya kewajiban zakat fitrah.

Menurutnya, untuk membayar zakat fitrah jangan menunggu di akhir-akhir Ramadhan. Lebih awal membayar itu lebih baik, sehingga panitia mempunyai waktu yang cukup untuk mengaturnya. Berbeda kalau di malam terakhir, saat ada kesibukan takbiran atau kesibukan menyambut lebaran, bahkan bisa jadi ada panitia yang harus mudik ke kampung halaman.

“Kepada jamaah yang akan mudik ke luar daerah, bersegeralah membayar zakat fitrah! Kita ini hidup di sini, mencari rizki di sini, kita mendapat penghasilan di sini, di Tanah Sumba ini. Maka, sudah seharusnya kita membayar zakat di sini,” kata Ketua PA Waingapu.

Diingatkan bahwa di Tanah Sumba masih banyak penduduk yang hidup susah dan menderita. Mereka lebih layak untuk menerima zakat fitrah. Dengan membayar zakat di Tanah Sumba maka berarti ikut serta mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Marapu.

“Selain zakat fitrah, sebenarnya kita umat Islam juga diwajibkan membayar zakat mal. Apabila selama ini kita tidak mengeluarkannya setiap bulan, maka momen Ramadhan ini seharusnya dikeluarkan. Silakan dihitung harta yang dimiliki untuk dizakati!” ujarnya.

Kepada jamaah shalat Jumat, Ketua PA Waingapu juga menyerukan untuk banyak berinfaq dan bersedekah selama bulan Ramadhan. Dikutipkan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Barangsiapa memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu”. (sam)

“Aku tidak bermaksud kecuali melakukan perbaikan yang membawa kebaikan bagi semua orang sesuai kesanggupan dan kemampuanku. Dan yang memberi pertolongan untuk mencapai tujuan itu hanyalah Allah” (Al-Quran, Surat Hud Ayat 88)